Saturday, September 6, 2014

Rinjani Trip Day 1: Di balik bukit masih ada bukit






20 Juni 2014
Sekitar pukul 5 pagi, diiringi dering alarm dari ponsel yang memang kuletakkan di dekat telinga, aku teruduk bangun. Mati-matian melawan godaan untuk kembali meringkuk dalam sleeping bag, aku bangkit menyongsong hawa dingin subuh Cemara Siu. Air wudhu yang kuambil saking dinginnya bagai sengatan listrik saat menyentuh kulit; mata yang awalnya hanya beberapa watt langsung siaga.

Lombok yang kukira temeraturnya panas – dan memang benar, di daerah pantainya – ternyata bisa sedingin ini. Salah satu bentuk ketololan yang didasari pada pemikiran dangkal serta pengetahuan yang terbatas. Memangnya berapa ketinggian tempat ini, hah? 10, 100, 250 mdpl? Wush! Kita sudah 1 kilometer vertikal di atas laut dan pantai-pantai indah pulau yang bentuknya kayak kecebong ini.

Gunung Rinjani sendiri disebut sebagai tempat bersemayamnya Dewi Anjani