Wednesday, March 20, 2013
Saturday, March 9, 2013
Watashi no birthday gift ~
Hari ini, ya, di hari yang labil dimana panas kalau siang lalu hujan lebat ga niat sore-sore, itu hadiah ulang tahun dikasihkan ke aku.... <== gagal total niruin tulisan Pidi Baiq
Singkatnya saja, disebabkan aku sudah mangap sedikitnya 5 menit untuk menulis paragraf ini saking susahnya mencari kata yang tepat, aku merasa bahagia. Kacida, dak. Hingga sulit dilukiskan kata-kata. Bahkan rasa senang itu sudah terbawa-bawa sampai ke pagi sebelumnya, dimana aku pergi kesana-kemarimencari alamat tanpa bisa jalan normal, tapi loncat-loncat kayak kancil sambil nyanyi. Itu teman sebangku UTSku sampai geleng-geleng.
Dan kenapa harus bahagia? Bukannya tiap hari selalu ada nikmat dari YME untuk setiap hambanya sehingga mereka berbahagia?
Singkatnya saja, disebabkan aku sudah mangap sedikitnya 5 menit untuk menulis paragraf ini saking susahnya mencari kata yang tepat, aku merasa bahagia. Kacida, dak. Hingga sulit dilukiskan kata-kata. Bahkan rasa senang itu sudah terbawa-bawa sampai ke pagi sebelumnya, dimana aku pergi kesana-kemari
Dan kenapa harus bahagia? Bukannya tiap hari selalu ada nikmat dari YME untuk setiap hambanya sehingga mereka berbahagia?
Thursday, March 7, 2013
Dragons DO Exist!
I saw this picture days ago and can't have it out of my mind. It's too beautiful and cool and cute for words, even for a 'dragon'...

Nama latinnya Cordylus cataphractus. Dalam bahasa Inggris disebut dengan armadillo grilled lizard a.k.a golden armadillo lizard a.k.a2 lainnya... coba cek link Wikipedia ini.
Spesies ini merupakan hewan endemik di gurun pasir di Afrika. Warnanya bervariasi dari cokelat tua sampai cokelat muda, tergantung spesiesnya. Pada bagian bawah tubuhnya berwarna kuning dengan pola berwarna gelap, terutama di bawah kepala. Kadal ini menggulung tubuhnya yang penuh tanduk tajam sebagai pertahanan diri ketika merasa terancam. Dengan panjang sekitar 16-21 cm, pose menggulung ini juga membuatnya terlihat seperti pocket sized baby dragon :)
Kadal ini adalah salah satu spesies menakjubkan yang agaknya membuat dunia nyata makin tak jauh dari dunia fiksi saja... atau memang dunia fiksi yang tak jauh-jauh dari dunia nyata? Boleh dibilang, setiap yang melihat foto ini pasti terpikir naga. Mirip Sandslash dari Pokemon. Seperti Norwegian Ridgeback dari Harry Potter. Bahkan ada yang bilang ini Toothless dari How to Train Your Dragon ^^
Kabar baiknya, hewan ini bisa ditemukan di toko hewan piaraan saking terkenalnya. Kadal ini juga cukup mudah ditangkarkan. Kabar buruknya, karena saking unik dan imutnya hewan ini, jumlahnya populasinya mulai terpengaruh oleh penangkapan dan menempatkannya dalam daftar hewan terancam IUCN. Dengan banyaknya penangkapan demi menjualnya serbagai hewan piaraan, spesies ini menjadi terancam.

Namun, mengingat hewan ini di alam hidup dalam kelompok yang mencapai 60 anggota, memelihara satu atau dua saja sepertinya kejam. Menurut saya, biarlah hewan ini tetap menjadi naga di habitatnya sendiri.
Fakta unik lagi, induk kadal armadillo ini tidak bertelur, melainkan melahirkan satu atau dua anak kadal setiap kali. Bahkan ada yang memelihara dan memberi makan anaknya. Sama tidak biasanya dengan melahirkan di dunia kadal.

Nama latinnya Cordylus cataphractus. Dalam bahasa Inggris disebut dengan armadillo grilled lizard a.k.a golden armadillo lizard a.k.a2 lainnya... coba cek link Wikipedia ini.
Spesies ini merupakan hewan endemik di gurun pasir di Afrika. Warnanya bervariasi dari cokelat tua sampai cokelat muda, tergantung spesiesnya. Pada bagian bawah tubuhnya berwarna kuning dengan pola berwarna gelap, terutama di bawah kepala. Kadal ini menggulung tubuhnya yang penuh tanduk tajam sebagai pertahanan diri ketika merasa terancam. Dengan panjang sekitar 16-21 cm, pose menggulung ini juga membuatnya terlihat seperti pocket sized baby dragon :)
Kadal ini adalah salah satu spesies menakjubkan yang agaknya membuat dunia nyata makin tak jauh dari dunia fiksi saja... atau memang dunia fiksi yang tak jauh-jauh dari dunia nyata? Boleh dibilang, setiap yang melihat foto ini pasti terpikir naga. Mirip Sandslash dari Pokemon. Seperti Norwegian Ridgeback dari Harry Potter. Bahkan ada yang bilang ini Toothless dari How to Train Your Dragon ^^
Kabar baiknya, hewan ini bisa ditemukan di toko hewan piaraan saking terkenalnya. Kadal ini juga cukup mudah ditangkarkan. Kabar buruknya, karena saking unik dan imutnya hewan ini, jumlahnya populasinya mulai terpengaruh oleh penangkapan dan menempatkannya dalam daftar hewan terancam IUCN. Dengan banyaknya penangkapan demi menjualnya serbagai hewan piaraan, spesies ini menjadi terancam.
Namun, mengingat hewan ini di alam hidup dalam kelompok yang mencapai 60 anggota, memelihara satu atau dua saja sepertinya kejam. Menurut saya, biarlah hewan ini tetap menjadi naga di habitatnya sendiri.
Fakta unik lagi, induk kadal armadillo ini tidak bertelur, melainkan melahirkan satu atau dua anak kadal setiap kali. Bahkan ada yang memelihara dan memberi makan anaknya. Sama tidak biasanya dengan melahirkan di dunia kadal.
Exploding Toads of Hamburg
Misteri Katak yang Meledak dari Hamburg. And when I write 'explode', I really mean it!
Pada April 2005, ada kabar aneh yang tersiar di Hamburg, Jerman. Menurut para penduduk, agaknya katak-katak di rawa sekitar satu per satu meledak secara spontan; dan dalam beberapa hari saja jumlah katak yang mati dengan cara ini mencapai ribuan. Menurut laporan, saat merangkak di tanah tubuh katak mengembang secara bertahap sampai mencapai ujung tanduk, lalu meledak, melemparkan organ dalamnya sampai satu meter ke udara. Penududuk lokal menjadi khawatir dan karenanya pihak berwajib memperingati agar anak-anak serta hewan piaraan dijauhkan dari rawa. Sementara itu, rawa tersebut juga diisolasi dan rawa itu kini dikenal dengan nama "Pond of Death".
Apa kiranya penyebab fenomena ganjil ini? Barangkali para penduduk itu cuma salah lihat?Apakah ini hanyalah hoax belaka, atau adakah penjelasan yang logis? Para ahli berspekulasi bahwa ada semacam virus atau jamur di rawa yang menyebabkannya, secara pernah ada kuda yang terinfeksi semacam jamur di istal pacuan dekat rawa. Ahli lain berpendapat fenomena ini ada hubungannya dengan mutasi terkait dengan penipisan lapisan ozon.
Salah satu amphibian ahli dari Jerman, Franz Mutschmann, tertarik untuk mencari tahu. Ia mengumpulkan sisa kotoran dan mengautopsi katak-katak itu... sisa tubuh mereka lebih tepatnya. Ia mendapati bahwa semua katak sudah hilang organ hatinya, dan masing-masing punya semacam luka sayat yang presisi di punggungnya. Luka ini bisa jadi bekas paruh burung, karena ukurannya cukup kecil. Franz menyimpulkan, bahwa burung gagak-lah yang menyerang para katak dan mengambil hati mereka. Refleks, katak menggembungkan dirinya dengan mengambil udara banyak-banyak, begitulah mekanisme mereka mempertahankan diri. Karena katak tak memiliki tulang rusuk, dan tanpa hati dan dengan lubang di tubuh mereka, penggembungan ini menyebabkan paru-paru dan pembuluh darah pecah, melontarkan usus si katak ke udara.
Namun kenapa pula si gagak perlu pilih-pilih segala? Cuma memakan hatinya dan bukan seluruh kataknya sekalian? Rupanya organ yang paling layak untuk dimakan ya hanya hati itu, mengingat kulit katak cukup beracun. Burung gagak adalah makhluk cerdas yang mampu mengamati dan mempelajari hal baru. Dalam kasus ini, sepertinya seekor gagak melihat gagak lain mengambil dan menikmati hati katak lalu menirunya. Kebiasaan ini lalu menyebar.
Pada April 2005, ada kabar aneh yang tersiar di Hamburg, Jerman. Menurut para penduduk, agaknya katak-katak di rawa sekitar satu per satu meledak secara spontan; dan dalam beberapa hari saja jumlah katak yang mati dengan cara ini mencapai ribuan. Menurut laporan, saat merangkak di tanah tubuh katak mengembang secara bertahap sampai mencapai ujung tanduk, lalu meledak, melemparkan organ dalamnya sampai satu meter ke udara. Penududuk lokal menjadi khawatir dan karenanya pihak berwajib memperingati agar anak-anak serta hewan piaraan dijauhkan dari rawa. Sementara itu, rawa tersebut juga diisolasi dan rawa itu kini dikenal dengan nama "Pond of Death".
Apa kiranya penyebab fenomena ganjil ini? Barangkali para penduduk itu cuma salah lihat?Apakah ini hanyalah hoax belaka, atau adakah penjelasan yang logis? Para ahli berspekulasi bahwa ada semacam virus atau jamur di rawa yang menyebabkannya, secara pernah ada kuda yang terinfeksi semacam jamur di istal pacuan dekat rawa. Ahli lain berpendapat fenomena ini ada hubungannya dengan mutasi terkait dengan penipisan lapisan ozon.
Salah satu amphibian ahli dari Jerman, Franz Mutschmann, tertarik untuk mencari tahu. Ia mengumpulkan sisa kotoran dan mengautopsi katak-katak itu... sisa tubuh mereka lebih tepatnya. Ia mendapati bahwa semua katak sudah hilang organ hatinya, dan masing-masing punya semacam luka sayat yang presisi di punggungnya. Luka ini bisa jadi bekas paruh burung, karena ukurannya cukup kecil. Franz menyimpulkan, bahwa burung gagak-lah yang menyerang para katak dan mengambil hati mereka. Refleks, katak menggembungkan dirinya dengan mengambil udara banyak-banyak, begitulah mekanisme mereka mempertahankan diri. Karena katak tak memiliki tulang rusuk, dan tanpa hati dan dengan lubang di tubuh mereka, penggembungan ini menyebabkan paru-paru dan pembuluh darah pecah, melontarkan usus si katak ke udara.
Namun kenapa pula si gagak perlu pilih-pilih segala? Cuma memakan hatinya dan bukan seluruh kataknya sekalian? Rupanya organ yang paling layak untuk dimakan ya hanya hati itu, mengingat kulit katak cukup beracun. Burung gagak adalah makhluk cerdas yang mampu mengamati dan mempelajari hal baru. Dalam kasus ini, sepertinya seekor gagak melihat gagak lain mengambil dan menikmati hati katak lalu menirunya. Kebiasaan ini lalu menyebar.
Source:
Diterjemahkan secara bebas oleh Nan dari:
Why dogs eat poop & other useless or gross information about the animal kingdom (oleh Gould & Haviland) published by the Penguin Group.
Saturday, March 2, 2013
Bahasa Indonesia dan Pergaulan
Minggu lalu, di pelajaran B. Indonesia, ketika sedang membantu
teman sekelas menyelesaikan tugas membuat paragraf dan karangan... something
came into my mind.
Pasalnya, aku sedang mencari tema untuk paragraf persuasi demi
si Ayam (panggilan akrab untuk dia; jangan tanya kenapa). Akhirnya kami setuju
untuk mengupas (memang pisang?) masalah pergaulan. Kami menjabarkan sisi
positif dan negatif dari pergaulan dan tidak lupa diikuti oleh kalimat persuasi
sebagaimana dituliskan di pedoman dalam buku paket Bahasa dan Sastra
Indonesia 1. Isinya kira-kira begini:
Menambahkan Font baru ke Ubuntu
Ingin menggunakan font yang belum tersedia? Ada cara mudah untuk menambahkannya. Apabila sudah terinstall, font tersebut akan siap digunakan pada program-program yang sudah ada; word dan image editor misalnya. Cara ini berhasil, juga di Lucid (ubuntu 10.04)
1. Buka home folder (/home/user)
2. Aktifkan pilihan 'Show Hidden Files' di menu View atau klik Ctrl+H
3. Buatlah folder baru bernama '.fonts'. Ingat, dengan titik di depannya. Titik ini akan menjadikan si folder jadi berstatus hidden. Tapi kalau sudah dijelmakan (hoh?) dengan Ctrl+H pasti terlihat.
4. Tinggal copy semua font (.ttf - true type font) ke folder itu.
5. Jika ingin mengopy font dari Windows, buka folder di drive C:\WINDOWS\Fonts
6. Font akan tampil setelah komputer di restart. Atau ketikkan:
fc-cache -f(v) -v
di Terminal agar fontnya ada tanpa harus me-restart.
Selamat mencoba.
1. Buka home folder (/home/user)
2. Aktifkan pilihan 'Show Hidden Files' di menu View atau klik Ctrl+H
3. Buatlah folder baru bernama '.fonts'. Ingat, dengan titik di depannya. Titik ini akan menjadikan si folder jadi berstatus hidden. Tapi kalau sudah dijelmakan (hoh?) dengan Ctrl+H pasti terlihat.
4. Tinggal copy semua font (.ttf - true type font) ke folder itu.
5. Jika ingin mengopy font dari Windows, buka folder di drive C:\WINDOWS\Fonts
6. Font akan tampil setelah komputer di restart. Atau ketikkan:
fc-cache -f(v) -v
di Terminal agar fontnya ada tanpa harus me-restart.
Selamat mencoba.
Monday, February 25, 2013
Ada Apa Dengan Anak SMA?
There's something wrong about Mary high school boys...
I wasn't really sure at first. About how and who was I going to be friend with. Although my new friends aren't quite like my old ones, but at the very least, many.. no, some of them can accept me. That's enough.
I wasn't really sure at first. About how and who was I going to be friend with. Although my new friends aren't quite like my old ones, but at the very least, many.. no, some of them can accept me. That's enough.
Aku tak banyak masalah dengan pelajaran. All's going well with
IPA. Alhamdulillah, UAS lalu semua mata pelajaran di atas 80 dan 90 kecuali
Geografi... 78. Bahkan ada yang 100 teng; PLH dimana aku pernah membuat laporan
kelompok sendiri mati-matian... *confetti
Tapi tulisan kali ini bukan (cuma) untuk sombong.. meskipun
sudah (*bata). Kan masih ada si juara kelas di atasku. Aku menulis dengan
tujuan membawakan berita terkini tentang kehidupan para siswa SMA yang fresh
lulusan SMP.
Kalau mau jujur, aku kaget bahkan sempat takut kiamat sudah
dekat. Kebanyakan dari mereka berumur 15 tahun, tapi omongan dan candaan mereka
itu.... bisa dibilang, kalau diucapkan di masjid Salman ITB saat mentoring
Minggu, hal itu bakal bikin daerah sekitar hening kayak di bulan. Terdiam
saking kagetnya. Saking tabunya. Dan jelas, bagiku kurang pantas bagi mereka
yang notabenenya masih lulusan SMP. Ataukah anak-anak sekarang memang lebih
cepat dewasa?
Sunday, February 24, 2013
Misteri Hilangnya Buku Absen :: part 2
Hujan mulai turun. Langit sekelam dan sekelabu wajah Bella, yang masih berbekas air mata. Kami berpindah tempat ke depan ruang guru. Tinggal lebih dari setengah jam lagi. Penentuan itu.
Friday, February 22, 2013
Fighting for Life : Lindungi Pesut Mahakam!
Pesut Mahakam atau dikenal juga dengan Irrawady dolphin (Orcaella breviratris) adalah subspesies yang semakin terancam keberadaannya. Di habitat aslinya yaitu Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawadi di Kalimantan Timur, jumlahnya semakin menyusut dan dikabarkan bahwa jumlahnya hanya sekotar 50 ekor yang terissa. Bahkan CITES pada tahun 2012 menyatakan tinggal 34 ekor saya yang masih hidup.
Misteri Buku Absen yang Menghilang :: part 1
Kasus bersama Jo dan aku, dimana dengan kurang ajarnya aku merasa kami bagaikan duet keadilan Kosasih dan Gozali :P
Subscribe to:
Posts (Atom)
