Showing posts with label pengamatan. Show all posts
Showing posts with label pengamatan. Show all posts

Monday, October 11, 2010

Hasil Pengamatan 1 Minggu

Sudah seminggu lebih aku mengamati perkembangan-perkembangan anak hamsterku yang baru lahir. Begitu tahu hamsterku melahirkan, aku langsung melesat mangambil buku catatatan. Perkembangan dan kejadian-kejadian kecil kucatat disini, di blog ini. Sementara data-data serta kesimpulan lain kucatat..

  • anak yang lahir paling akhir biasanya dan paling lemah biasanya akan lebih dulu mati.
  • anak hamster yang mati akan dimakan oleh induknya (induk tikus juga melakukan hal yang sama saat sarangnya terancam, hanya saja ia tak peduli kalau anaknya masih hidup) sebagai asupan protein.
  • kelopak mata sejati mulai terbentuk kira-kira saat bulu tubuh mulai tumbuh.
  • induk hamsterku membuat sarang yang cekung dan nyaman dan hangat seperti sarang burung, dan mengumpulkan benda-benda seperti benang wol dan serpihan karton.
  • induk hamster memindahkan anaknya dengan cara menggigit tengkuk atau punggung bayinya (seperti kucing, anjing dan tikus)
  • ia menjadi lebih suka makanan berserat. Dia jadi lebih suka makanan olahan daripada biji-bijian.
  • anak-anak hamster akan terus menyusu selama ia bisa dan tak akan pernah berbagi.
  • bulu-bulu pada bayi hamster tumbuh di usia 3-4 hari
  • bayi-bayi hamster sudah bisa mengendalikan gerakannya sendiri semalam atau satu hari setelah dilahirkan (sebelumnya dia merangkak-merangkak kemana saja kalau tidak menyusu, membuat induknya repot), dan sudah mulai merangkak di hari ke-3 (sebelumnya hanya bergeliat-geliat aneh dengan tubuhnya).
  • anak yang paling kecil atau lemah akan menderita luka-luka dan mati saat berebut susu.
  • di hari ke-15, anak-anak hamsterku sudah bisa berjalan dan sudah mencoba makanan keras dan minum dari botol. berarti dia mengikuti naluri atau pernah tertetes air dari botolnya, karena matanya masih tertutup dan tak mungkin mencontoh kelakuan induknya.

jangan sentuh anak hamstermu dengan tanganmu secara langsung, atau bau tubuhmu akan membuat induknya enggan menyusuinya.

Dalam pemeliharaanku selama ini, hanya sekitar 50% dari anak yang lahir bisa melewati umur 1 1/2 minggu.

Dan dalam pemeliharaanku juga, hanya 12,5-20% dari anak yang lahir di rumahku dapat tumbuh dewasa dan berkembang biak (aku sering pergi dan meninggalkan mereka kelaparan)

Sekitar 30-37,5% dari seluruh anak hamster yang lahir di rumahku (dalam satu generasi) dapat mencapai masa dewasa (2,5 - 3 minggu)

55% dari hamster-hamsterku pernah kabur, dan 40% diantaranya tak pernah kutemukan lagi.


-pengamatan dan hitungan kasar dari dua kelahiran (dan dua-duanya terjadi di rumahku). dan yang satu tidak diketahui berapa anak yang lahir, hanya diperkirakan dari umur induk, kondisi sarang (yang untuk kasus ini adalah celah dibawah lemari buku) serta jumlah anak yang selamat sampai dewasa.

Friday, October 8, 2010

anak-anak hamster... (hari ke-6 dan 7)

Hari ke-6

Nyaris 'ga ada perubahan... tentu saja.

Hari ke-7

BENCANA BESAR!

kini anak yang paling kecil udah lemaaaaahh.. banget dan aku nyaris dan mungkin sudah membunuh anak yang terbesar!

ceritanya aku lihat si bungsu punya luka yang sudah mengering (untunglah) di kaki depan kanannya, mungkin ketika berebut susu. dia juga sudah kurus dan jauh lebih kecil dari yang lainnya..

jadi aku nekat memindahkan si bungsu ke akuarium bekas dengan induknya, maksudnya supaya bisa diberi susu sendiri. tapi... dianya malah terinjak-injak.
si sulung beserta saudara-saudaranya yang gendut kubiarkan berkeliaran.

akhirnya kutukar posisinya. dengan bersarungkan celana bekas adikku, kupindahkan si sulung cs. dan kumasukkan ke aquarium bekas. si bungsu dengan saudaranya yang sama-sama kurus kutaruh lagi dikandang, bersama induknya. tetap 'ga berhasil.

menyerah, kuletakkan lagi semuanya ke kandang dan kulesakkan kandangnya ke dasar wadah (maksudnya, aku hanya pakai rangka kandangnya dan alas wadah besar itu. supaya si hamster enggak menggali alas kandang dan kabur keluar dan berkelahi dengan hamster lain, jeruji kandang harus sampai ke dasar wadah).

kalau kurang jelas, aku punya foto penataan kandangnya di post ini.

Aku enggak sadar, waktu aku mencoba mendorong kandang itu ke dasar wadah, ada seekor hamster disitu. waktu aku lihat, jeruji kandang sudah kudorong tepat di lehernya! aku betul-betul panik dan frightened.

Adikku ikut melihat. Dia kubentak dan kuusir karena terus-terusan memberikan sugesti negatif; "yang itu pasti mati... udah lemes banget... wah, mati lagi deh.." dan sebagainya, dan sebagainya.

Kejadian itu baru tadi siang. Aku 'ga berani lihat ke kandang lagi.

Aku cuma bertelepati ke induknya; kalau dia mati... kalau yang itu mati... makan saja bangkainya... makan saja.. begitulah.

terakhir aku lihat hamster yang jadi korban pencekikanku itu, dia masih bernapas tapi mulai terkubur oleh alas kandang dan sudah lemas... pasti tersiksa sekali yablogger-emoticon.blogspot.com

Pokoknya sudah genap (atau ganjil? bingung aku dengan bahasa ini) 7 hari pengamatannya dan kesimpulan-kusimpulannya kutulis saja sekalian... tapi besok saja deh.

Wednesday, October 6, 2010

anak-anak hamster... (hr ke-3, 4 dan 5)

Hore! Bulu anak-anak hamsternya mulai tumbuh. Semuanya masih ada enam, dan semuanya sudah tambah besar dan kuat. Kayaknya bakal selamat semua deh...

Hari ke-4

‘Ga ada perubahan yang signifikan. Tapi bulunya makin tebal.

Hari ke-5

Setelah tumbuh besar semua, aku harus pasang pengumuman di fb, siapa yang mau adopsi hamster-hamster ini. Satu, dua... sembilan hamster terlalu banyak untukku.





Tuesday, October 5, 2010

anak-anak hamster... (hari ke-2)

Sekarang anak yang selamat tinggal enam... hiks...

kok bisa sih?! (kalau kata MJ: how could this be?!)

Padahal semuanya udah cukup besar... masa ada yang mati lagi?

Pokoknya bangkainya gak ketemu seperti yang pertama, tapi sudahlah.

Anak-anak hamster yang lain, matanya mulai menonjol dan telinganya mulai mencuat (waktu pertama lahir mukanya rata kayak Voldemort).

Induknya baik, tidak sombong dan baik hati. Tiap ada anaknya yang keluar sarang (atau keluar dari kandang) langsung dia gigit tengkuknya (as rats do) dan dibawanya kembali ke sarang.

Induknya jadi agresif sekali, dan harus dipisahkan sedemikian rupa. Jadi begini pengaturannya:

Karena yang jantan itu maunya kawin terus dan selalu cari cara untuk mati lewatin pagar pembatas, jadi kadang-kadang kumasukkan dia ke aquarium bekas itu..

Kandangnya sudah kotor, sejak bulan ramadhan belum pernah diganti...

Foto-foto anak hamsternya di hari kedua:


lucunya^^