Showing posts with label jounal. Show all posts
Showing posts with label jounal. Show all posts

Sunday, December 11, 2016

Dondar dan Percaya

Terdorong oleh suatu alasan untuk menghapus status GNU, aku mendaftar dua unit pada Festival tahun ini. Salah satunya Korps Sukarela PMI (KSR) cabang ITB, yang tak begitu banyak diketahui keberadaannya (aku saja baru tahu). Sebagai salah satu rangkaian kaderisasi, calon anggota diminta membantu mengadakan donor darah yang terlaksana tanggal 24 November lalu di Labtek V.

Donor darah KSR selalu penuh dan ramai, meski KSRnya sendiri gaib eksistensinya di kampus. Ini karena kehadiran sponsor yang baik hati. Lihat saja event terakhir, ada iming-iming “Free flashdisk Sandisk 8 GB *untuk 200 pendonor pertama” padahal target kita kali ini memang 200 kantong darah.

Saking ramainya kami bahkan mulai 1,5 jam lebih awal dari jadwal

Aku hadir sebagai panitia, logistik/dokumentasi/pendaftaran. Acara ini sukses walau target tidak tercapai. Aku juga sukses karena mendonor tanpa pingsan (padahal tekanan darahku rendah, pernah sampai 90/60, dan sebelum mendonor harus lari keliling Labtek supaya tekanannya naik di atas ambang), pulang dengan flashdisk di tangan. Bahkan aku merasa lebih segar dari sebelumnya.

Jadi, dondar ini berakhir baik dengan 175 labu darah, 3 orang pingsan, dan 1 orang histeris.

Sunday, November 27, 2016

Finding Species

Tugas besar praktikum Palentologi

Tuesday, May 31, 2016

Peserta SBMPTN 2016 Termuda (?)

Aku akan menulis post ini dengan sedikit bumbu kesan fenomenal.

Jadi, ketika SBMPTN 2016 sedang berlangsung, sekitar pukul 10.30 tadi pagi, ponselku berdering dan membawa kabar aneh. Kabar aneh itu membuatku menyalakan TV, mencari channel yang kemudian menayangkan berita ini:

Ada tiga hal yang terasa ganjil untukku, yaitu:
1. pemuda yang tertampang di layar TV adalah yang setiap hari kuomeli dan kusuruh-suruh karena ia adalah adikku, Musa Izzanardi Wijanarko,
2. embel-embel ‘peserta SBMPTN termuda 2016', nasional lagi. Suatu statement yang berani, semoga ada data yang mendukung, dan
3. umurnya 13 tahun

Sunday, December 20, 2015

Catching Up 2015

So, it's been a year, a month, and 27 days since the latest post. Kalau tahun ini berakhir tanpa satu post pun sedangkan aku mengaku suka menulis, itu memalukan. I will dishonor my family *Mulan style

Selama satu tahun, satu bulan, dan 27 hari itu aku sudah turun dari Rinjani, turned 17, ngerjain UN, ngerjain teman dengan bilang aku nggak lulus, nembak dan ditolak (SNMPTN -nya), ikut les untuk pertama kalinya dalam hidup, nembak lagi (universitas lewat SBMPTN), lebaran, naik Lawu, turun Lawu, naik Semeru, turun Semeru, naik berat badan tapi nggak turun (damn!), dan mulai kuliah di ITB.

Masa penantian pengumuman SNMPTN,  aku menunggu tapi dengan sedikit keyakinan. Reputasi akademikku di sekolah lumayan bagus. Maka, ketika pengumuman tiba dan aku gagal, aku sedikit terpukul untuk sekitar semenit.

Then turned everything into a joke and laugh heartily.

Memang kurang ajar juga, sih. Nembak FTI ITB atas nama sekolah dengan zero popularity di sana. Kayak pengemis nembak putri raja.... kecuali, kalau aku memang setulus Takatuliang dan cintanya. Masalahnya aku tak punya bukti dan berhadapan dengan dinginnya sistem seleksi.

Why was I so fixated about FTI, anyway?

Ketika kupikir lagi, jalan pikiranku masih terbatas dan masih linear saat itu. Aku suka semua IPA, tapi paling suka kimia ---> teknik kimia atau kimia murni ---> teknik kimia, karena peluang kerjanya lebih gede.

BOOM

Dalam masa sebulan antara pengumuman SNMPTN dan tes SBMPTN, aku ikut les intensif. Kami, ras buangan, digilas dengan soal-soal, ditatar dengan proset sampai muntah darah. Suatu derita yang tidak pernah dirasakan anak SNMPTN. Salah satu alasan yang membuatku masih dendam dengan mereka. Coba bayangin mereka yang datang jauh-jauh, ngekost hanya untuk les dan tes SBMPTN. Bayangkan perjuangan mereka! Bayangkan!

Aku sih tetap di Bandung. Sans.

Selama satu bulan itu, aku banyak berdiskusi dengan orang-orang. Bagaimana passion mereka, usaha mereka, cita-cita mereka, serta prospek yang mereka bayangkan dan ingin mereka kejar. Akhirnya beberapa hari sebelum pendaftaran SBMPTN terakhir, kuputuskan bahwa aku bisa menggabungkan ilmu sains pada satu hal yang merupakan hobiku. Minatku.

Malam terakhir pendaftaran SBMPTN batu kusampaikan keputusan itu pada orangtuaku. Pecah konflik. Entah untuk yang keberapa kali.

Then I went through it and here I am.

Sebagai bagian dari Massa Bumi FITB 2015, yang, FYI, mendapat gelar best supporter dalam TPB Cup 2015 dan menggulingkan dinasti FTTM yang sudah bertakhta 7 tahun lamanya. Closing performance kami dapat dilihat di YouTube ^^b *promosi

Terlalu banyak orang. Terlalu banyak interaksi yang terpaksa kulakukan. I can feel part of my a-social side fading away -_-

Dan kini semester pertama sudah berakhir. I did quite good, but not good enough. As expected, I can no longer be on the top of everyone, much to my excitement. Finally there are people to compete with side by side.

Sebagai orang yang nggak supel banget, putting up with so many people is taxing. But I meet few people that are of 'the race that knows Joseph' - borrowing Anne's words. That's all I need for my social life, I guess.

Gua GNU 2015, and am giving my spare time on Icarus Learning Club. GNU bukan karena sok ngambis atau ga minat, tapi karena bingung mau masuk unit apa di antara yang kuminati (And I knew full well I couldn't enter them all) akhirnya nggak masuk apa-apa. Pretty smart eh?

So for now, things are going fine. I'll have to do better for my next target, though.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal di sudut pikiran. Misalnya Waikato Univ. yang masih kepikiran dari awal tahun ini. Serta semacam dorongan untuk belajar bahasa lagi.

Perhaps next is going abroad.

Thursday, October 23, 2014

Rinjani Trip Day 2 : Higher than Mahameru

21 Juni 2014

2.07 WITA
Bangun. Siap-siap summit attack.

Saturday, September 6, 2014

Rinjani Trip Day 1: Di balik bukit masih ada bukit






20 Juni 2014
Sekitar pukul 5 pagi, diiringi dering alarm dari ponsel yang memang kuletakkan di dekat telinga, aku teruduk bangun. Mati-matian melawan godaan untuk kembali meringkuk dalam sleeping bag, aku bangkit menyongsong hawa dingin subuh Cemara Siu. Air wudhu yang kuambil saking dinginnya bagai sengatan listrik saat menyentuh kulit; mata yang awalnya hanya beberapa watt langsung siaga.

Lombok yang kukira temeraturnya panas – dan memang benar, di daerah pantainya – ternyata bisa sedingin ini. Salah satu bentuk ketololan yang didasari pada pemikiran dangkal serta pengetahuan yang terbatas. Memangnya berapa ketinggian tempat ini, hah? 10, 100, 250 mdpl? Wush! Kita sudah 1 kilometer vertikal di atas laut dan pantai-pantai indah pulau yang bentuknya kayak kecebong ini.

Gunung Rinjani sendiri disebut sebagai tempat bersemayamnya Dewi Anjani

Tuesday, August 19, 2014

Rinjani Trip : Preparations and the Way to Get There

Pengantar
 Silahkan baca post ini terlebih dahulu :) 

14 Juni 2014
            Baik. Aku sudah memutuskan.
        Aku akan ikut Ibu dan Izzan... ikut mendaki Gunung Rinjani nun jauh di pulau bernama Lombok sana

Monday, August 18, 2014

Rinjani, Unexpected, dan Batur Trip

Post-post berikut merupakan jurnal perjalanan 18-27 2014 Juni di Lombok dan Bali... yang akhirnya ditulis juga. Udah basi banget, ya? Nulis kok 2 bulan setelah perjalanannya. Tapi dijamin seru dan bermanfaat. Perjalanannya, bukan tulisannya. Soal yang satu itu, aku nggak berani jamin.
Semoga saja.
Saking banyaknya yang terjadi, semua akan dibagi jadi 3 arcs : Rinjani Trip, Unexpected Trip, dan Batur Trip.

Rinjani Trip untuk pendakian Gunung Rinjani 4 hari 3 malam, "penyiksaan diri yang nikmat", istilah salah satu pendaki.

Unexpected Trip ketika kami 'terlantar' di Lombok dan diselamatkan oleh warga desa (spoiler atau trailer ngaco, nih?) dan mengulas kekayaan adat Kampung Adat Bayan, serta betapa hangatnya adat Timur yang belum begitu tergerus zaman.

Batur Trip ketika Ibuku yang lasak dan mental kesana-kemari dan tak kenal lelah... membuat kami muncak lagi dalam perjalanan pulang.

Promosi: Untuk tiket-tiket pesawat murah, Traveloka patut dicoba.

The Rinjani Trip
Preparations and the Way to Get There
Day 1 : Di balik bukit masih ada bukit 
Day 2 : Higher than Mahameru (Summit)
Day 3 : Segara Anakan : Hot Spring and Pace
Day 4 : Jalan Pulang... Setidaknya Begitu Rencananya

The Unexpected Trip
coming soon

The Batur Trip   
 coming soon



Perjalanan ke Rinjani kami lakukan bersama KMPA-G, Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Ganesha ITB. Isinya, ibu-ibu dan bapak-bapak bersama anak-anak mereka. Lebih mirip family gathering daripada ekspedisi. Family gathering ala pencinta alam.

Jumlah total anggota tim kami, tidak termasuk porter, adalah 25 orang. Peserta termuda berumur 3 tahun. Peserta tertua... wah, siapalah aku mau bertanya-tanya tentang seberapa tua yang paling tua?
 

Saturday, October 12, 2013

Free Diving

Bukan, maksudnya bukan diving bebas yang tidak dilarang dalam pertandingan maupun oleh wasit. Barangkali demam bola belum usai padahal piala menpora dan LSI udah selesai...

Thursday, August 15, 2013

Album Mudik 2013

ETAPE I :: Bandung-Serang

Bandung – 2 Agustus 2013

The journey starts here.

Wednesday, August 14, 2013

Friday, June 28, 2013

Don't die, Atla!

Sekalinya mendapat kesempatan untuk memiliki sesuatu yang istimewa, maka kesempatan itu akan hilang, eventually.

Memang bukan jatahnya, ya.

Lebay banget.

Ehm. Baru kemarin pagi aku terseok-seok mendaki bukit untuk belanja, atas perintah Yang Tak Bisa dan Tak Boleh Dibantah alias orangtua. Meski dengan tampang cemberut (yang disembunyikan) dan hati dongkol, aku pergi juga dengan alasan takut kualat. Maafkan...

Sungguh tak ada yang salah dengan bangun pagi. Tidak juga dengan berbelanja sekalipun harus mendaki gunung. Masalahnya, aku kelelahan dan AKU BARU TIDUR 3 JAM. Setelah berhari-hari begadang.

Tetapi, di tengah jalan aku menemukan sesuatu. Sesuatu yang secara tak sengaja masuk dalam medan pandang yang cuma setengah terbuka. Sesuatu itu adalah peri cokelat paling indah, luar biasa, sekaligus paling mengenaskan yang pernah kulihat.

Tuesday, June 4, 2013

Arcs of Wonder

Rabu 15 Mei. 5.25 PM.

I was exhausted. My bag is most heavy on Monday and Wednesday that it hurts my shoulders, but today it's waay heavier than usual. That's because I was bringing my notebook along, additional weight of 1.5 kg, to do some work I hadn't done at school.

Keluar dari angkot, aku berjalan menuju rumah. It had been raining cats and dogs before, but it's stopping. Before I arrived at home, I stopped too. I could feel a warm feeling on my skin which was soft and comforting; the sunlight, that is. I saw the sun is setting and I glanced at the opposite direction.

Nothing. Tapi aku punya firasat kuat tentang apa yang akan terjadi. Sembari menimbang-nimbang apa yang akan kulakukan, kilauan warna muncul perlahan dari ketiadaan di langit. Kini tanpa berpikir aku langsung sprint ke rumah, nyaris melempar tas ke lantai, menyambar kamera dan lari keluar lagi.

It's getting clearer now. I marveled at it for a while, then I ran to the top of the hill. Oh yeah, for the record, my house is located halfway to it. On the way, I texted my friend Fi:

"Akulah peramal cuaca! Aku melihat pertanda, aku menunggu di tengah hujan, and there it is! A rainbow!"


Saturday, May 4, 2013

NEWs

So, what's new? What news?

Sunday, March 31, 2013

Konser Amal u/ Palestina, Gasibu 31 Maret 2013

Kemarin, di tengah-tengah perjalanan trekking ke Curug Panganten, si Fi mengirim SMS yang bunyinya: ada launching sarung 4 Palestine di Unpad besok. Mau kesana?

Alhasil, setelah berunding beberapa SMS, jadilah aku pagi ini bangun lebih awal. Jauh lebih awal dari biasanya kalau liburan. Maklum, aku masih belum lepas dari kebiasaan tidur malam dan setiap hari biasa, aku menumpuk hutang tidur yang baru lunas kalau tidur lama.

Kami berjanji akan bertemu pukul 8, pagi tentunya, di gerbang Unpad. Suasana pagi ini cukup ramai, mengingat hari Minggu Gasibu memang selalu penuh dengan pedagang dadakan. Aku berjalan semakin cepat, karena mendadak mendengar takbir di depan monumen Bambu Runcing.

Pesona JaBar : Curug Panganten

Curug Panganten
 Seperti yang kita ketahui, daerah Bandung dan sekitarnya memang kaya akan situs wisata alam. Curug ini di sini, curug itu di sana. Dari curug yang sudah terkenal seperti curug Dago dan Cimahi, sampai curug-curug terpencil namun mempesona di sela-sela bukit yang bejibun jumlahnya.

Kemarin, aku, keluargaku, dan sebagian kecil anggota paguyuban ITB89 (alumni ortuku) mengunjungi Curug Panganten (Pengantin) di daerah Cimahi. Dan inilah ulasan singkat tentang curug tersebut..

Friday, March 29, 2013

The Long Awaited Holiday

Finally, the long-awaited holiday. I felt kinda sorry for those 12th grader who will face their National Exam soon, knowing they should swotting up whilst us, 10th and 11th grader, having a jolly long holiday by that time.

Anyway, I won't have myself get too lazy again. I'll re-studied all the lesson I've been failing in. Including doing hundreds and hundreds of Chemistry exercise. Really, I'm not exaggerating. There are hundreds questions in each Chemistry chapters. But my, how I love science. I swore I won't have any mark lower than 80 in Science as well as math. The next exam would be kinda a blood bath, since Mr. First might have been feeling kinda threatened as myself. I tell you what, those who were in the medium rank had shot up to near the top.

But this gave me what I had been longing for; a competition! Now that things have heated up a little. And the more strict the competition is, the more exciting it is gonna be. Being kinda ambitious maybe good at this state, for my future college maybe rely on how many marks I can get now. But still, I think understanding the matter is way important than just being able to answer the questions. But since the condition's like this, I have to managed both.

Exciting!

A Bad Week

First thing first: I hadn't managed to pass the regional selection for the olympiade. And I had been having a quite bad week ever since.

Wednesday, March 20, 2013

Olimpiade Matematika


Tarik nafas. Udah.
Tahan nafas. Siap.
Daan....

Saturday, March 9, 2013

Watashi no birthday gift ~

Hari ini, ya, di hari yang labil dimana panas kalau siang lalu hujan lebat ga niat sore-sore, itu hadiah ulang tahun dikasihkan ke aku.... <== gagal total niruin tulisan Pidi Baiq

Singkatnya saja, disebabkan aku sudah mangap sedikitnya 5 menit untuk menulis paragraf ini saking susahnya mencari kata yang tepat, aku merasa bahagia. Kacida, dak. Hingga sulit dilukiskan kata-kata. Bahkan rasa senang itu sudah terbawa-bawa sampai ke pagi sebelumnya, dimana aku pergi kesana-kemari mencari alamat tanpa bisa jalan normal, tapi loncat-loncat kayak kancil sambil nyanyi. Itu teman sebangku UTSku sampai geleng-geleng.

Dan kenapa harus bahagia? Bukannya tiap hari selalu ada nikmat dari YME untuk setiap hambanya sehingga mereka berbahagia?