Sunday, November 27, 2016

Finding Species

Tugas besar praktikum Palentologi

Saturday, October 29, 2016

Balearica Nirada & Bramantya's Sudden Substitute





Deg.

Kulihat seseorang mengangkat kedua tangannya, membentuk tanda khusus yang merupakan sebuah kode. Aku tersentak, kaget. Orang itu menggunakan baju lengan pendek berwarna putih, dengan gambar burung berwarna biru dan tulisan Balearica Nirada di bawahnya. Aku, kebetulan, juga memakai baju yang sama, dan orang itu (beserta 133 orang lainnya) merupakan kolegaku medik INTEGRASI ITB 2016. Yang membuatku kaget adalah isyarat yang dibuatnya, dan kondisi aku berada sekarang.

Tiga menit lalu, isyarat itu akan punya cerita yang lain. But the whole storyline had been reworked in 185 seconds.

Tuesday, May 31, 2016

Peserta SBMPTN 2016 Termuda (?)

Aku akan menulis post ini dengan sedikit bumbu kesan fenomenal.

Jadi, ketika SBMPTN 2016 sedang berlangsung, sekitar pukul 10.30 tadi pagi, ponselku berdering dan membawa kabar aneh. Kabar aneh itu membuatku menyalakan TV, mencari channel yang kemudian menayangkan berita ini:

Ada tiga hal yang terasa ganjil untukku, yaitu:
1. pemuda yang tertampang di layar TV adalah yang setiap hari kuomeli dan kusuruh-suruh karena ia adalah adikku, Musa Izzanardi Wijanarko,
2. embel-embel ‘peserta SBMPTN termuda 2016', nasional lagi. Suatu statement yang berani, semoga ada data yang mendukung, dan
3. umurnya 13 tahun

Tuesday, January 5, 2016

Kejutan dan Kehilangan


Kejutan. A nasty surprise.
Sayang sekali harus mengawali post awal tahun dengan ini.


Sunday, December 20, 2015

Catching Up 2015

So, it's been a year, a month, and 27 days since the latest post. Kalau tahun ini berakhir tanpa satu post pun sedangkan aku mengaku suka menulis, itu memalukan. I will dishonor my family *Mulan style

Selama satu tahun, satu bulan, dan 27 hari itu aku sudah turun dari Rinjani, turned 17, ngerjain UN, ngerjain teman dengan bilang aku nggak lulus, nembak dan ditolak (SNMPTN -nya), ikut les untuk pertama kalinya dalam hidup, nembak lagi (universitas lewat SBMPTN), lebaran, naik Lawu, turun Lawu, naik Semeru, turun Semeru, naik berat badan tapi nggak turun (damn!), dan mulai kuliah di ITB.

Masa penantian pengumuman SNMPTN,  aku menunggu tapi dengan sedikit keyakinan. Reputasi akademikku di sekolah lumayan bagus. Maka, ketika pengumuman tiba dan aku gagal, aku sedikit terpukul untuk sekitar semenit.

Then turned everything into a joke and laugh heartily.

Memang kurang ajar juga, sih. Nembak FTI ITB atas nama sekolah dengan zero popularity di sana. Kayak pengemis nembak putri raja.... kecuali, kalau aku memang setulus Takatuliang dan cintanya. Masalahnya aku tak punya bukti dan berhadapan dengan dinginnya sistem seleksi.

Why was I so fixated about FTI, anyway?

Ketika kupikir lagi, jalan pikiranku masih terbatas dan masih linear saat itu. Aku suka semua IPA, tapi paling suka kimia ---> teknik kimia atau kimia murni ---> teknik kimia, karena peluang kerjanya lebih gede.

BOOM

Dalam masa sebulan antara pengumuman SNMPTN dan tes SBMPTN, aku ikut les intensif. Kami, ras buangan, digilas dengan soal-soal, ditatar dengan proset sampai muntah darah. Suatu derita yang tidak pernah dirasakan anak SNMPTN. Salah satu alasan yang membuatku masih dendam dengan mereka. Coba bayangin mereka yang datang jauh-jauh, ngekost hanya untuk les dan tes SBMPTN. Bayangkan perjuangan mereka! Bayangkan!

Aku sih tetap di Bandung. Sans.

Selama satu bulan itu, aku banyak berdiskusi dengan orang-orang. Bagaimana passion mereka, usaha mereka, cita-cita mereka, serta prospek yang mereka bayangkan dan ingin mereka kejar. Akhirnya beberapa hari sebelum pendaftaran SBMPTN terakhir, kuputuskan bahwa aku bisa menggabungkan ilmu sains pada satu hal yang merupakan hobiku. Minatku.

Malam terakhir pendaftaran SBMPTN batu kusampaikan keputusan itu pada orangtuaku. Pecah konflik. Entah untuk yang keberapa kali.

Then I went through it and here I am.

Sebagai bagian dari Massa Bumi FITB 2015, yang, FYI, mendapat gelar best supporter dalam TPB Cup 2015 dan menggulingkan dinasti FTTM yang sudah bertakhta 7 tahun lamanya. Closing performance kami dapat dilihat di YouTube ^^b *promosi

Terlalu banyak orang. Terlalu banyak interaksi yang terpaksa kulakukan. I can feel part of my a-social side fading away -_-

Dan kini semester pertama sudah berakhir. I did quite good, but not good enough. As expected, I can no longer be on the top of everyone, much to my excitement. Finally there are people to compete with side by side.

Sebagai orang yang nggak supel banget, putting up with so many people is taxing. But I meet few people that are of 'the race that knows Joseph' - borrowing Anne's words. That's all I need for my social life, I guess.

Gua GNU 2015, and am giving my spare time on Icarus Learning Club. GNU bukan karena sok ngambis atau ga minat, tapi karena bingung mau masuk unit apa di antara yang kuminati (And I knew full well I couldn't enter them all) akhirnya nggak masuk apa-apa. Pretty smart eh?

So for now, things are going fine. I'll have to do better for my next target, though.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal di sudut pikiran. Misalnya Waikato Univ. yang masih kepikiran dari awal tahun ini. Serta semacam dorongan untuk belajar bahasa lagi.

Perhaps next is going abroad.

Thursday, October 23, 2014

Rinjani Trip Day 2 : Higher than Mahameru

21 Juni 2014

2.07 WITA
Bangun. Siap-siap summit attack.

Saturday, September 6, 2014

Rinjani Trip Day 1: Di balik bukit masih ada bukit






20 Juni 2014
Sekitar pukul 5 pagi, diiringi dering alarm dari ponsel yang memang kuletakkan di dekat telinga, aku teruduk bangun. Mati-matian melawan godaan untuk kembali meringkuk dalam sleeping bag, aku bangkit menyongsong hawa dingin subuh Cemara Siu. Air wudhu yang kuambil saking dinginnya bagai sengatan listrik saat menyentuh kulit; mata yang awalnya hanya beberapa watt langsung siaga.

Lombok yang kukira temeraturnya panas – dan memang benar, di daerah pantainya – ternyata bisa sedingin ini. Salah satu bentuk ketololan yang didasari pada pemikiran dangkal serta pengetahuan yang terbatas. Memangnya berapa ketinggian tempat ini, hah? 10, 100, 250 mdpl? Wush! Kita sudah 1 kilometer vertikal di atas laut dan pantai-pantai indah pulau yang bentuknya kayak kecebong ini.

Gunung Rinjani sendiri disebut sebagai tempat bersemayamnya Dewi Anjani

Tuesday, August 19, 2014

Rinjani Trip : Preparations and the Way to Get There

Pengantar
 Silahkan baca post ini terlebih dahulu :) 

14 Juni 2014
            Baik. Aku sudah memutuskan.
        Aku akan ikut Ibu dan Izzan... ikut mendaki Gunung Rinjani nun jauh di pulau bernama Lombok sana

Monday, August 18, 2014

Rinjani, Unexpected, dan Batur Trip

Post-post berikut merupakan jurnal perjalanan 18-27 2014 Juni di Lombok dan Bali... yang akhirnya ditulis juga. Udah basi banget, ya? Nulis kok 2 bulan setelah perjalanannya. Tapi dijamin seru dan bermanfaat. Perjalanannya, bukan tulisannya. Soal yang satu itu, aku nggak berani jamin.
Semoga saja.
Saking banyaknya yang terjadi, semua akan dibagi jadi 3 arcs : Rinjani Trip, Unexpected Trip, dan Batur Trip.

Rinjani Trip untuk pendakian Gunung Rinjani 4 hari 3 malam, "penyiksaan diri yang nikmat", istilah salah satu pendaki.

Unexpected Trip ketika kami 'terlantar' di Lombok dan diselamatkan oleh warga desa (spoiler atau trailer ngaco, nih?) dan mengulas kekayaan adat Kampung Adat Bayan, serta betapa hangatnya adat Timur yang belum begitu tergerus zaman.

Batur Trip ketika Ibuku yang lasak dan mental kesana-kemari dan tak kenal lelah... membuat kami muncak lagi dalam perjalanan pulang.

Promosi: Untuk tiket-tiket pesawat murah, Traveloka patut dicoba.

The Rinjani Trip
Preparations and the Way to Get There
Day 1 : Di balik bukit masih ada bukit 
Day 2 : Higher than Mahameru (Summit)
Day 3 : Segara Anakan : Hot Spring and Pace
Day 4 : Jalan Pulang... Setidaknya Begitu Rencananya

The Unexpected Trip
coming soon

The Batur Trip   
 coming soon



Perjalanan ke Rinjani kami lakukan bersama KMPA-G, Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Ganesha ITB. Isinya, ibu-ibu dan bapak-bapak bersama anak-anak mereka. Lebih mirip family gathering daripada ekspedisi. Family gathering ala pencinta alam.

Jumlah total anggota tim kami, tidak termasuk porter, adalah 25 orang. Peserta termuda berumur 3 tahun. Peserta tertua... wah, siapalah aku mau bertanya-tanya tentang seberapa tua yang paling tua?
 

Thursday, April 17, 2014

DITEMUKAN: fashdisk Transcend 4 GB

Jadi ceritanya begini. Teman sekelasku yang menemukannya, dan memercayakannya padaku.
Flashdisk yang ditemukan persis seperti ini:



Saya mengerti betapa mengesalkannya kehilangan benda-benda seperti ini, karena harga, isi, maupun kenangannya.
Oleh karena itu, bagi yang merasa kehilangan tolong hubungi saya, lewat comment cukup.
Tolong sertakan ciri yang Anda ingat, apa saja isi flashdisk, lokasi kira-kira kehilangannya, etc.

Lokasi penemuan: Bandung

Jika dalam persis setahun belum ada yang mengklaim.... silakan konfirmasi dengan guru agama Islam terdekat. Kebetulan saya juga butuh flashdisk :P

https://drive.google.com/drive/folders/0B7r4ioABxx6_ZnppYVBfX1lTR0U